Showing posts with label Minat. Show all posts
Showing posts with label Minat. Show all posts

Thursday, February 10, 2011

Kapan Minat Baca Anak Bisa Ditumbuhkan?

SHUTTERSTOCK Membacakan buku cerita untuk anak bisa dimulai sedini mungkin. Artikel Terkait: Agar Mendongeng Lebih Seru Menuai Imajinasi Lewat Dongeng Mendongeng untuk Si Kecil Yuk! Ayo, Mendongeng dengan Lantang Trik Sukses Mendongengi Anak GramediaShop : Amore GramediaShop : Tersihir Jumat, 28/1/2011 | 12:23 WIB

KOMPAS.com - Membaca memiliki begitu banyak keuntungan bagi perkembangan anak. Tak hanya untuk menambah pengetahuan. Membaca bacaan yang baik bisa melatih otak agar tetap aktif, menjadi lebih analitis, serta membangun sikap serta karakter positif seseorang. Apalagi jika kebiasaan si anak untuk membaca tersebut mulai dikembangkan dengan membaca buku bersama orangtuanya (Baca: Banyak Berkutat dengan Elektronik Bikin EQ Anak Buruk?).

Menurut Sani B. Hermawan, Psi, Direktur Lembaga Daya Insani, saat peluncuran buku Juven: Sahabat Sejati di The Cone, FX, Jakarta, beberapa waktu lalu, semakin banyak diajak bercerita, makin banyak manfaat yang digali oleh anak-anak. Beberapa manfaat yang bisa digali oleh anak saat berbagi bercerita adalah:
* Meningkatkan "mental alertness", daya tangkap, kreativitas, dan logika berpikir.
* Meningkatkan wawasan pengetahuan.
* Menanamkan nilai positif, seperti empati, solidaritas, toleransi, dan tolong menolong.
* Membentuk karakter positif.
* Membangun hubungan emosional hangat dengan orangtua (koneksi dengan anak).

Lalu, sejak kapan minat membaca anak bisa ditumbuhkan? Sani mengatakan, "Sejak lahir, anak sudah  bisa diajak membaca. Bangun dialog dengan anak sejak lahir dengan cara diajak berkomunikasi dan dibacakan cerita. Anak-anak yang dibacakan cerita dan diajak berkomunikasi bisa memiliki kemampuan verbal yang lebih tinggi dibanding yang didiamkan saja. Bahkan saat anak masih berada dalam kandungan pun bisa diajak berbicara dan dibacakan cerita," jelas Sani lagi.


NAD

Editor: Nadia Felicia     Font: A A A Rate   --> Loading...   Kirim Komentar Anda #comment_list div.pd_5 { padding:5px 0; } Loading data..   Kirim Komentar Anda Silakan login untuk kirim komentar Anda. Komentar Kirim Batal Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. -->-->--> -->-->

About Kompas.com | Advertise With Us | Info iklan | Privacy policy | Terms of use | Karir | Contact Us© 2008 - 2011
READ MORE - Kapan Minat Baca Anak Bisa Ditumbuhkan?

Wednesday, February 9, 2011

Kesamaan Minat Bikin Orangtua-Anak Harmonis

KOMPAS ENTERTAIMENT/ EKO HENDRAWAN Gita Gutawa saat tampil menjadi bintang tamu pada acara Anugerah Film Indonesia 2008 di Plenary Hall, Jakarta Convention Centre, Jumat (28/3). Gita dan ayahnya Erwin Gutawa memiliki banyak kesamaan yang bikin keduanya kerapkali terlibat dalam obrolan seru yang menyenangkan. Artikel Terkait: 4 Gaya Komunikasi Orangtua dan Anak 3 Trik untuk Hubungan yang Harmonis GramediaShop : Pelajaran Cinta Untuk Harvard GramediaShop : Ng Life 02 Jumat, 28/1/2011 | 16:46 WIB

KOMPAS.com - Minat dan passion yang sama bisa membuat hubungan orangtua dan anak semakin harmonis. Anak pun menjadi mitra yang menyenangkan, sekaligus tempat belajar bagi orangtua. Inilah yang dialami musisi Erwin Gutawa bersama puterinya Gita Gutawa (17), serta pelukis Sasya Tranggono dengan puteranya, Nicholas Hilman (16). Dunia seni menyatukan dua pribadi yang berbeda generasi ini. Jika Erwin dan Gita kerapkali berdiskusi mengenai musik, Sasya dan Nichos acapkali berkolaborasi karya di atas kanvas.

Erwin berbagi cerita saat berkunjung ke markas Kompas.com, Jumat (28/1/2011). Menurutnya, Gita adalah partner-nya dalam bermusik karena memiliki banyak kesamaan. "Selain peran Gita sebagai anak, saya sering sharing dengannya, ngobrol soal musik. Meski enggak selalu sama-sama, kami seringkali sharing. Kita punya banyak kesamaan karena sejak kecil Gita sudah terbiasa bermusik, jadi rasanya enggak pernah berantem. Hubungan harmonis lah," lanjutnya.

Justru, katanya lagi, puterinya yang punya kesibukan dan jadwal menyanyi sendiri ini seringkali menjadi informan bagi Erwin dalam mengembangkan musiknya. "Gita sering membantu memberikan informasi," aku Erwin.

Soal profesionalitas dalam pekerjaan, Erwin mengaku tak pernah membedakan perlakuan dengan penyanyi lainnya. Meski Gita adalah puterinya, standar prosedur tetap berlaku saat orangtua-anak ini terlibat dalam satu pekerjaan atau proyek bersama. Termasuk untuk salah satu konser terdekat Erwin Gutawa yang bertajuk A Masterpiece of Erwin Gutawa, yang akan digelar di Jakarta Convention Center pada bulan Februari.

Komunikasi dan sikap saling menghargai dan memahami antara orangtua dan anak menjadi kunci keharmonisan Erwin dan Gita.

Sementara bagi Sasya, selain kesamaan kegemaran dan bakat melukis, hubungan harmonis dengan putera tunggalnya dibangun dengan fondasi kasih sayang yang kuat. "Cinta yang mengikat ibu dan dan anak," tuturnya sederhana, saat temu media di Grand House of Ristra beberapa waktu lalu.

Sasya adalah anak sulung pasangan Dr Retno Iswari Tranggono, SpKK, dan Dr Suharto Tranggono, DsKP, SpKJ, pendiri perusahaan kosmetika keluarga Ristra. Menurut Sasya, orangtua dan anak tak harus selamanya memiliki minat yang sama. Namun dengan cinta, orangtua dan anak bisa saling terikat dan membangun hubungan yang lebih harmonis.

Tak bisa dipungkiri, kedekatan Sasya dengan Nichos juga dibangun karena minat yang sama di dunia seni. Seringkali ibu-anak ini meluangkan waktu melukis bersama. Kebersamaan inilah yang membuat hubungan ibu anak ini semakin harmonis.

Anda tentu punya cara unik lainnya untuk membangun keharmonisan hubungan di keluarga. Mencari kesamaan atau kegiatan bersama yang disukai anak dan orangtua menjadi salah satu caranya.


WAF

Editor: Dini     Font: A A A Rate   --> Loading...   Kirim Komentar Anda #comment_list div.pd_5 { padding:5px 0; } Loading data..   Kirim Komentar Anda Silakan login untuk kirim komentar Anda. Komentar Kirim Batal Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. -->-->--> -->-->

About Kompas.com | Advertise With Us | Info iklan | Privacy policy | Terms of use | Karir | Contact Us© 2008 - 2011
READ MORE - Kesamaan Minat Bikin Orangtua-Anak Harmonis

Tuesday, February 8, 2011

Merangsang Minat Baca Anak Prasekolah

SHUTTERSTOCK Minta anak mengulang kembali cerita yang Anda bacakan untuk melatih daya tangkapnya. Artikel Terkait: Kapan Minat Baca Anak Bisa Ditumbuhkan? Banyak Berkutat dengan Elektronik Bikin EQ Anak Buruk? Dream Job: Storyteller Mendongeng untuk Si Kecil Yuk! Trik Sukses Mendongengi Anak GramediaShop : Hujan, Hujan, Hujan GramediaShop : Lalu Semuanya Lenyap Senin, 31/1/2011 | 12:41 WIB

KOMPAS.com - Membaca untuk anak usia prasekolah memiliki segudang manfaat. Minat baca anak sudah bisa dikembangkan sejak ia masih di usia kandungan. Lalu bagaimana dengan usia prasekolah? Dalam pemaparan mengenai kebaikan menumbuhkan minat baca pada anak beberapa waktu lalu di The Cone, FX, Jakarta, Sani B. Hermawan, Psi, Direktur Lembaga Daya Insani mengatakan bahwa usia anak prasekolah butuh trik sedikit berbeda ketimbang usia anak sekolah.

"Untuk usia anak sekolah, lebih baik diberikan cerita yang tokohnya itu asli. Kalau anak-anak usia prasekolah, tak masalah berupa dongeng atau cerita rakyat," jelasnya. Sani juga membagi tips cara merangsang minat baca anak usia prasekolah, yakni:

1. Bacakan cerita kepada anak dan minta ia untuk menceritakan kembali. Hal ini bisa membantunya berlatih mengambil hal-hal penting dari sebuah hal. Ini penting untuk melatih daya tangkapnya. Saat menceritakan ulang, ajak ia untuk melihat gambar dari buku cerita itu supaya bisa melatih daya imajinasinya saat mencoba menceritakan ulang.

2. Upayakan cerita yang dibawakan cukup singkat, menarik, serta memiliki gambar dan warna yang mencolok.

3. Bisa pula membuat cerita dari biografi anak itu sendiri.

4. Jadikan buku sebagai hadiah (reward) atas hal-hal yang baik yang dilakukan oleh anak.


NAD

Editor: Nadia Felicia     Font: A A A Rate   --> Loading...   Kirim Komentar Anda #comment_list div.pd_5 { padding:5px 0; } Loading data..   Kirim Komentar Anda Silakan login untuk kirim komentar Anda. Komentar Kirim Batal Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. -->-->--> -->-->

About Kompas.com | Advertise With Us | Info iklan | Privacy policy | Terms of use | Karir | Contact Us© 2008 - 2011
READ MORE - Merangsang Minat Baca Anak Prasekolah

Monday, February 7, 2011

Menumbuhkan Minat Baca Anak Usia Sekolah

SHUTTERSTOCK Untuk usia anak sekolah, disarankan untuk memberikan bacaan dari tokoh yang nyata. Artikel Terkait: Merangsang Minat Baca Anak Prasekolah Kapan Minat Baca Anak Bisa Ditumbuhkan? Awas, Jangan Salah Langkah Tumbuhkan Minat Baca! Tumbuhkan Minat Baca dengan Program Sejam Sehari Dorong Minat Baca Masyarakat GramediaShop : Bleach 01 GramediaShop : Three Angels Plus Rabu, 2/2/2011 | 15:09 WIB

KOMPAS.com - Menurut Sani B. Hermawan, Psi, Direktur Lembaga Daya Insani, saat peluncuran buku Juven: Sahabat Sejati di The Cone, FX, Jakarta, beberapa waktu lalu, semakin banyak diajak berbagi cerita lewat buku dan membaca, makin banyak manfaat yang digali oleh anak-anak. Beberapa manfaat yang bisa digali oleh anak saat berbagi bercerita adalah:

* Meningkatkan "mental alertness", daya tangkap, kreativitas, dan logika berpikir.
* Meningkatkan wawasan pengetahuan.
* Menanamkan nilai positif, seperti empati, solidaritas, toleransi, dan tolong menolong.
* Membentuk karakter positif.
* Membangun hubungan emosional hangat dengan orangtua (koneksi dengan anak).

Minat baca anak, menurut Sani sudah bisa dikembangkan sejak ia masih di dalam kandungan, bahkan saat masih bayi. Caranya, tentu masih tergantung dengan si ibu yang membacakan untuknya. "Menumbuhkan minat baca untuk anak usia prasekolah berbeda dengan usia anak sekolah. Untuk anak usia sekolah, lebih baik diberikan cerita yang tokohnya nyata," jelas Sani. Lebih lanjut, berikut ini saran Sani untuk meningkatkan minat baca anak usia sekolah:

1. Ajak anak ke toko buku, biarkan ia memilih sendiri buku yang ia inginkan. Tentunya dengan batasan yang Anda dan dia sepakati bersama.

2. Ciptakan "perpustakaan" keluarga. Tak perlu terlalu mewah atau megah. Cukup dibuat nyaman dan memungkinkan keluarga untuk mencari buku yang disukai tanpa kesulitan, supaya bisa dibaca kembali.

3. Hilangkan penghambat, seperti games, televisi, komputer, atau perangkat yang bisa mengalihkan keinginan anak untuk membaca.

4. Ajarkan si anak untuk menyisihkan uang jajannya agar bisa digunakan untuk membeli buku.

5. Berikan ide kepada anak untuk membentuk kelompok teman yang bisa saling menukar buku bacaan.

6. Saat tahu si anak akan pergi ke tempat jauh atau yang berisiko membuatnya menghabiskan waktu menunggu lama, seperti saat berkunjung ke dokter, bawakan ia buku bacaan.

7. Ciptakan kebiasaan untuk mendiskusikan tentang topik yang dibaca bersama-sama.


NAD

Editor: Nadia Felicia     Font: A A A Rate   --> Loading...   Kirim Komentar Anda #comment_list div.pd_5 { padding:5px 0; } Loading data..   Kirim Komentar Anda Silakan login untuk kirim komentar Anda. Komentar Kirim Batal Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. -->-->--> -->-->

About Kompas.com | Advertise With Us | Info iklan | Privacy policy | Terms of use | Karir | Contact Us© 2008 - 2011
READ MORE - Menumbuhkan Minat Baca Anak Usia Sekolah