Thursday, November 17, 2011

Kiat Cegah Pertumbuhan Janin Terhambat

GANGGUAN pertumbuhan janin terbagi dua, yaitu makrosomia (bayi lahir besar, > 4 kg) dan IUGR. IUGR (Intra Uterine Growth Restriction) bisa juga disebut dengan istilah small for gestational age (SGA) atau Pertumbuhan Janin Terhambat (PJT).

“Istilah ini menggambarkan kondisi janin lebih kecil dari yang diharapkan sesuai dengan usia kehamilan, yaitu bayi yang berat badan lahirnya sama dengan atau lebih rendah dari persentil ke-10 untuk masa kehamilan pada Denver Intrauterine Growth Curves,” jelas dr. M.S. Nadir Chan, SpOG (K).

Artinya janin memiliki berat kurang dari 90 persen dari keseluruhan (baik ukuran atau berat) dalam usia kehamilan yang sama, dibandingkan dengan janin normal. Janin dengan PJT dapat terjadi pada janin dengan usia kehamilan prematur, aterm (cukup bulan) maupun post matur (lebih bulan).

Tipe PJT

Berdasarkan kapan waktu mulai dan pengaruhnya terhadap perkembangan janin, PJT dibagi menjadi 2:

1. Simetris PJT

Dimulai sejak masa kehamilan yang lebih awal (Trimester I), sehingga lingkar dada dan kepala, panjang dan beratnya semua di bawah 10 persentil untuk usia kehamilan, sehingga ukurannya mengecil secara proporsional.

Jika terjadi pada awal pertumbuhan embrio janin (usia kehamilan minggu ke 4 - 20) maka dapat terjadi pengurangan jumlah sel untuk janin. Faktor yang berkaitan adalah kelainan kromosom, infeksi TORCH, Rubella, Cytomegalovirus, Herpes simplex/HepatitisB/hiv, Syphillis), kekurangan nutirsi berat pada BuMil.

2. Asimetris PJT

Biasanya terjadi sesudah minggu ke-28 kehamilan, tipe asimetris ini merupakan hasil kompensasi janin dalam memberikan reaksi terhadap penurunan aliran darah plasenta yang biasanya berhubungan dengan ibu, seperti gangguan ginjal, hipertensi dan diabetes dalam kehamilan.

Gangguan tipe ini terjadi pada fase hipertrofi, dimana jumlah total sel normal tetapi ukurannya lebih kecil. Cara mencegahnya, antara lain:

- Lakukan pemeriksaan sebelum merencanakan kehamilan. Rencanakan kehamilan secara cermat untuk Moms yang berisiko, misal penderita tekanan darah tinggi dan diabetes mellitus. Hendaknya berkonsultasi dengan dokter sebelum merencanakan kehamilan. Usahakan pada kondisi yang prima (kadar gula atau tekanan darah terkontrol) sehingga pada saat kehamilan tidak terjadi gangguan, baik pada ibu maupun janin.

- Periksa kehamilan secara rutin. BuMIl dianjurkan melakukan pemeriksaan setiap 4 minggu sampai dengan usia kehamilan 28 minggu. Kemudian, dari minggu ke 28-36, pemeriksaan dilakukan setidaknya setiap 2 minggu sekali. Selanjutnya, lakukan pemeriksaan 1 x seminggu sampai dengan usia kelahiran atau 40 minggu.

- Hidup sehat. Konsumsilah makanan yang sehat, bergizi dan bermanfaat untuk janin, beraktivitas dan olahraga sesuai kemampuan serta istirahat yang cukup.

- Hindari stres selama kehamilan

- Hindari dan stop rokok, alkohol, narkoba dan penggunaan obat secara mandiri. (Sumber: Tabloid Mom & Kiddie)
(ftr)

0 comments: