Tuesday, November 15, 2011

Permainan Detail Biyan Wanaatmadja Buka JFW 2012

RANCANGAN Biyan selalu berhasil membuat mata tercengang. Kekaguman yang sama tampak dalam pergelaran busana pembuka Jakarta Fashion Week (JFW) 2012.
Bersanding dengan desainer ASEAN lainnya yakni Ashley Isham dari Singapura, Bernard Candra asal Malaysia, dan Tube Gallery dari Thailand, Biyan Wanaatmadja tampil memukau di antara ketiga desainer lainnya. Desainer asal Surabaya yang membuka opening show JFW 2012 tersebut menyuguhkan busana-busana apik yang tak sekadar memanjakan mata, juga mengundang decak kagum.
Biyan yang khas dengan permainan detail mempersembahkan busana-busana dengan ornamen handmade tingkat tinggi.
"Saya terinspirasi banyak dari Asian art yang merupakan sesuatu yang punya nilai yang sangat berarti buat saya dan tradisi kebudayaan itu sendiri. Dan, saya ingin menggali dan menerjemahkan dalam spirit yang lebih modern," tuturnya kepada okezone usai peragaan busana di Pacific Place Mal, Jakarta, Sabtu (12/11) malam.
Untuk mewujudkan desain tersebut, Biyan menerjemahkannya dengan permainan patchwork serta penggabungan material dan warna dalam bentuk yang sederhana.
"Saya ingin membuat baju tersebut bisa dikenakan sebagai baju padu padan, misalnya bisa dikenakan top-nya saja, blus-nya atau celananya saja," sambung desainer ramah ini.
Hal itu dilakukan karena Biyan tidak ingin mendikte konsumen wanitanya. Ia justu ingin memberikan pilihan terhadap mereka.
"Saya memberikan option agar mereka pun bisa menggabungkan dengan apa yang mereka miliki," imbuh desainer yang sudah berkecimpung di dunia fesyen selama 27 tahun tersebut.
Dalam bentuk potongan busana yang simpel, Biyan mampu menyelipkan ornamentasi tingkat tinggi sehingga tercipta busana menawan. Pada koleksi semalam, misalnya, Biyan menggunakan tembaga sebagai ornamen. Bahkan yang menarik, dengan ornamen tembaga tersebut Biyan membentuk gambar berlatar bangunan Asia. Tak heran jika semua mata seakan tak berkedip melihatnya.
"Semua yang saya persembahkan selalu ingin menjadi spesial karena semua dipikirkan dan semua harus bagus," tutup desainer yang menggunakan materi tenunan alam, lace, dan cool wool ini.
(tty)

0 comments: