Monday, November 14, 2011

Penggunaan Penyejuk Udara Tepat untuk Bayi

BARU 3 minggu ini saya melahirkan putra pertama, Ghibran Nufail Ramadhan. Karena udaranya panas, AC sering saya nyalakan. Berapa suhu yang pas untuk bayi  saya? Bagaimana pula dengan penggunakan air cooler atau kipas angin?

Yulita Safitri, Pondok Gede

Jawab:

Dr Reni Wigati, SpA RSIA EVASARI menjelaskan, dalam menggunakan Air Conditioner (AC) atau air cooler, Ibu harus menyesuaikan suhu ruangan yang paling cocok untuk anak, utamanya bagi bayi. Apalagi, pengaturan suhu tubuh pada bayi baru lahir masih belum sempurna dan butuh waktu untuk menyempurnakan fungsi pengaturan suhu tubuhnya.

Jadi, ciptakan kondisi paling ideal: jangan terlalu dingin ataupun panas. Bila terlalu dingin, bayi bisa mengalami hipotermi, suhu tubuhnya jadi turun dan bisa menyebabkan berbagai macam hal, misalnya, kekacauan metabolisme tubuh.

Bila terlalu panas, bayi bisa keringatan sehingga menyebabkan biang keringat, tidak nyaman dan berujung rewel.

Suhu Ideal

Untuk temperatur di Indonesia biasanya disarankan berkisar antara 24º - 26º Celsius. Suhu inilah yang ideal untuk bayi.

Memasang penyejuk ruangan paling umum dilakukan untuk tidur. Jika Moms dan si kecil menggunakan AC ataupun air cooler, perhatikan beberapa hal berikut:

1. Pastikan selimut pada bayi terpasang dengan benar. Jangan sampai selimut menutupi wajah si kecil atau tersingkap agar ia tidak kedinginan.

2. Paling aman, pakaikan si kecil sejenis baju jumper yang menutupi sampai kaki.

3. Lindungi tubuh bayi dengan dua lapis kain agar hangat.

Jangan Terpapar Langsung

Posisi antara penyejuk ruangan - AC, air cooler atau kipas angin - dengan bayi sebaiknya jangan terpapar langsung. Kulit bayi masih sangat sensitif dan belum bisa beradaptasi dengan baik dengan suhu di luar tubuhnya. Pada anak yang mulai tumbuh, otaknya sudah bisa memerintahkan untuk tidak mengikuti suhu di luar suhu tubuhnya.

Tapi untuk bayi baru lahir tidak demikian. Ketika ruangan menjadi dingin, badannya pun ikut dingin. Maka dari itu jangan taruh penyejuk ruangan di dekat tempat tidur atau yang mengarah ke tempat tidur secara langsung. Apapun alatnya, selama dalam kondisi bersih tidak memutar bakteri, aman untuk digunakan. Memasang kipas angin, selama fentilasinya baik dan tidak memapar langsung ke kulit, boleh saja.

Bersihkan Filter Secara Berkala

Penggunaan AC atau air cooler  sebetulnya cukup aman asal kita tahu cara penggunaannya. Agar aman, peliharalah dengan baik. Baik AC, air cooler, atau kipas angin, bersihkan filter paling tidak 2-3 bulan sekali, utamanya bila anak-anak punya alergi atau atopi.

Kalau anak menderita asma, di Amerika bahkan disarankan untuk membersihkan filter-nya sebulan sekali. Produk AC masa kini banyak yang mengklaim dilengkapi dengan ion-ion yang dapat menyedot partikel merugikan. Tapi sebetulnya, partikel yang diserap hanyalah partikel-partikel kecil seperti menyerap bau, asap rokok. Akan tetapi, jenis serbuk sari atau debu rumah belum bisa diserap oleh AC tersebut.

Pastikan Lingkungan Bersih

Jika anak mulai bersin-bersin, pilek di pagi hari, batuk-batuk di malam hari, lihat sekitarnya dan jangan langsung menyalahkan penyejuk ruangan. Siapa tahu ia alergi dan paling umum disebabkan oleh debu rumah atau disebut house dust mite (HDM).

HDM ini memakan kulit ari kita yang rontok dan senang sekali berada di tempat yang ada manusianya. Ia aktif saat malam hari dan berkembangbiak di kapuk (usahakan jangan pakai kasur berbahan kapuk), karpet, gorden, sprei. Untuk itu gunakan air panas saat mencuci perabotan tersebut. Yang terpenting, gunakan pemakaian penyejuk ruangan secara tepat guna. Jangan lupa untuk menjaga terus agar alat tetap dalam keadaan baik. (Sumber: Tabloid Mom & Kiddiet) (ftr)

0 comments: